Untuk Kekasih
Kutulis kata ini, kala langit begitu berseri
Bagai kicau burung di pohon kedondong
Karena keriangannya mencari ulat tak berdaya
Induk semang ikut bersuka
Seperti Rakhwana berdama Dewi Shinta
Kicauan burung itu menambah keriangan sang jelita
Kasih.....
Aku tak bisa berpantun atau berpuisi
Yang kutulis semata pujian dari hatiku
Kasih.....
Jiwaku terkungkung, bagai Affandi yang bergulat
Aku ada di sebuah kamar yang sunyi, sendiri
Kulihat di depanku sekuntum mawar yang selalu melambaikan daunnya
Setiap aku melangkah untuk mendekati, bermaksud mencium kelopaknya
Sebuah tirai antasaku berkata "Kau belum berhak, tunggulah!"
Ah.... aku tersenyum sendiri, malu akan keberanian diri
berani melangkah tanpa indahkan tahta kesucian
adakah harapan keampunan itu?
Ya,........... ada.........
Kasih.......
Ada hatiku keinginan sangat untuk segera menghisap mawar itu
Mawar langka yang hanya ada satu
Mawar hijau berseri, ungkapan harapan yang selalu menanti
Mudah-mudahan esok ada hujan yang bisa menyuburkan mawarku
Saat ini kupersiapkan lahan di pekarangannku untuk sang mawar
Ah...alangkah bahagianya diri
bisa merawat dan mencintanya....
ya.......mencintanya....
Kasih.
Harapan untuk selalu bisa menjagamu
selamanya.............